Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2019

Seperti Biasa

Seperti biasa, hari ini berlalu dalam balutan ketidak pastian, dimana aku yang merasa semesta tak mendukung semua mimpi-mimpiku. Seperti berjalan perlahan tanpa adanya jaminan dalam bentuk asuransi mimpi. Mau bagaimana lagi, aku yang merasa hanya manusia yang biasa, dan sama pada umumnya, hanya bisa berusaha dalam bentuk doa, meminta pada sang maha agar semuanya terbayarkan dengan kejayaan di masa mendatang. Lalu aku mulai menulis lagi, dimana kucurahkan semua isi hati, yang mewakilkan semua perasaan, cinta, dendam, bahagia, dan semua yang mewakilkan perkataan jiwa. Tulisan-tulisanku selalu abstrak dan tak terstruktur, dimana pemahaman yang hanya ada dalam pikiranku yang bisa mengerti, aku tak bisa bilang semua yang kau baca tentangku sia-sia, karena selalu ada makna dibalik sebuah karya. Maksud aku menulis ini sebenranya adalah hasil dari ketidak tahuan diriku yang harus berbuat apa, tapi bukan karena tanpa dasar aku tetap menulis. Mengutip dari perkataan Tiana Rosa, "...

Uki

Uki terbangun dengan segala aktivias yang biasa dia lakukan tanpa keluhan. Ego Keluhannya tidak sebanding dengan impiannya. Saat dirasa urusan rumah selesai, dia pergi mulai membanting setiap tulang dalam tubuhnya. Dia menyerahkan darah, keringat, air mata untuk apa yang dia impikan, hingga akhirnya semua itu dia dapatkan. Teringat sepintas seorang pelajar yang pernah dia temui di sebuah shelter bus, seorang pelajar yang memiliki raut penuh dengan impian, tak sengaja berbicara dengannya saat dia berada dititik nol dalam hidupnya. Di sore yang panjang menunggu datangnya bus yang tidak kunjung datang, mereka isi oleh cerita tentang diri sendiri hingga yang ditunggu pun datang. Senang rasanya karena akhirnya datang walaupun kesal rasanya waktu yang terbuang. Semua penumpang masuk, namun mereka berdua tidak ada yang beranjak berdiri dari kursi shelter, butuh rasanya rasa didada itu keluar, butuh pendengar mendengar keluhan yang keluar. Itu yang mereka pikirkan, hingga akhirnya bus pun...

Sepenggal Kesalahanku

Segunung dosa yang kuberikan, akankah terhapus oleh setitik maaf ? Kurangkai lagi napak tilas yang kita lalui. Begitu terjal dan berbatu. Hanya sedikit jalan aspal yang kulihat. Pertama kali kulihat semestaku dalam matamu. Dettik waktu seakan berhenti. Dan matahari bersinar lebih terang. Aku ingin tau namamu Nama yang akan menjadi puisi dalam tidurku. Hari itu aku tau Yayan Tedja Nama yang begitu bermakna dalam hidupku Terngiang dalam setiap langkahku Begitu manis kala itu kusebut Namamu selalu kusisipkan dalam setia doaku Meskipun kala itu aku tak tahu harus meminta pada Tuhan yang mana Kumantapkan hatiku padamu Sampai akhirnya gadis mungil yang kusebut dalam doa itu menjadi satu denganku Aku ingat semua untaian janji dan doa kita lantunkan untuk menyertai keluarga kecil kita Skuter yang menjadi saksi cinta kita pun masih berputar-putar Mengelilingi kotaku yang ceria kala itu Kau begitu ceria kala itu sayangku Aku tak peduli kau diciptakan oleh tuhan yang...

Rutinitas

Gambar
“This is how it is with insomnia. Everything is so far away, a copy of a copy of a copy. The insomnia distance of everything, you can't touch anything and nothing can touch you” ―  Chuck Palahniuk,  Fight Club Perasaan muak akan keadaan yang selalu sama, akan aktivtas yang selalu sama akan rasa bosan yang selalu sama, itulah "Rutinitas". Rasa terpenjara yang meluap seakan memaksa kita untuk lepas dari semua rantai yang mengikat, namun akan kah kita sanggup? sanggup lepas dari zona nyaman, sanggup lepas dari kedamaian palsu, sanggup lepas dari sistem yang telah mengikat kita selama ini? Sistem yang telah mengikat kita selama ini, telah sukses menghasilkan produk manusia yang terikat pada uang, pada materi, pada harta yang tidak kita butuhkan, yang membuat kita seakan memiliki semua itu namun pada akhirnya semua harta kitalah yang berkuasa akan kita. Pergolakan batin pada diri sendiri yang ingin melawan rasa lelah akibat menjadi budak demi mengejar kedamaian...

Puisi Untuk Pacar

Pacarku Pacarku lucu sekali Entah apa definisi dari pacar Aku tak peduli Yang penting dia lucu sekali Hanya dia yang kuingini Tak peduli apapun yang terjadi Aku hanya ingin dimiliki dan memliki dengan dia Aku punya rasa yang kuyakini Rasa cinta yang kadarnya tinggi Pada pacarku yang cantik ini Yang lucu sekali Yang indah sekali Yang aku cintai Cintaku besar sekali Kuberi semua rasa ini Liongbulan

Copy yang tak paste

Copy Yang Tak Paste Disuatu pagi, aku terbangun dengan tubuhku yang masih sedikit sakit akibat radang. Aku yang masih terkulai lemas berjalan gontai menuju dapur rumahku untuk mengambil segelas air. Setelah kuteguk tanpa jeda segelas air itu, aku bergegas ke kamar, tapi perhatianku ke pintu kamar terhenti oleh ayahku yang sedang menonton tv di ruang keluarga. Lalu kuurungkan niatku untuk berbaring kembali, dan memutuskan untuk duduk di samping beliau, sambil terkulai dan bicara basa-basi. "Pah, nonton apaan?" "Biasa, berita" "ooh" Kami pun mulai berbincang mengenai isu politik yang sedang hangat di Indonesia, kami saling bertukar pandangan tentang calon presiden yang saat itu ada 2 paslon, kubu 01 yaitu Jokowi dan kubu 02 yaitu Prabowo. Pandangan kita berbeda tentang arus politik kedua paslon tersebut. Obrolan pun terus berlanjut sampai dia mengganti topik obrolan kami, sekarang dia memulai topik tentang kehidupan, ...