Postingan

Sadar Bukan Jawaban Waktu tetap berjalan apa adanya Matahari tetap menyinari bumi Bulan tetap memantulkan cahaya Lalu mengapa kita berubah? Dari saling tatap Sekarang tak lagi bercakap-cakap Dari saling suka Sekarang tak lagi bersua Dari bahagia Sekarang saling meluka Salahkah aku jika kecewa Dengan waktu Dengan matahari Dengan bulan Dengan keadaan yang mengubah kita Hujan tak kunjung turun Tapi air di pipi mengalir dengan derasnya Membanjiri hati yang memang sudah kering kerontang Sadar bukan jawaban Lalu aku terbang tinggi melayang-layang Dan jatuh terhentak dengan kerasnya

Kamulah

Kamulah Kamulah yang sekarang ada Membuatku tersenyum kala kau tertawa Membuatku terdiam kala kau tersenyum Kamulah yang sekarang aku tatap Ketika kau diam entah mengapa Aku ingin membuatmu tertawa Kala kau menangis karena dia Aku ingin membuatmu tersenyum Kamulah yang kupanggil gila Karena tidak bisa diam kala ku muram Karena selalu jail kala ku sedang diam Karena kau penyebab aku tidak bisa tidur Karena kamu yang membuatku gila Kamulah yang aku suka Ketika aku sadar aku jatuh cinta Kamu sekarang sudah miliknya Ketika aku sadar kamu tak bisa aku gapai Kamu begitu sangat aku cinta Kamulah alasanku masih tertawa Kamulah alasanku masih tersenyum Kamulah alasanku mematung Kamulah alasanku bersedih Kamulah alasanku menulis puisi ini Kamulah yang aku cinta

Selamat Ulang Tahun

Aku tetap berterima kasih Dalam setiap detik Dalam setiap langkah Dalam setiap kenangan Kau bukanlah kesalahan Ketika hujan turun Membawa pesan rinduku Kutitipkan sejuta doa Agar kau tetap sehat Bahagia Serta semua semoga yang kau harapkan Aku tetap berterima kasih Kau pernah mengisi ruang hampa ini Kau pernah ada pada detik yang berjalan Kau selalu ada dalam ingatan Meskipun ada penyesalan Ketika mentari datang dan pelangi ada Kunyanyikan lagu-lagu cinta Dimana semua makna akan menjadi kamu Seutas senyum tergambar di wajahku Tersipu malu karena wajahmu kala itu Aku tetap berterima kasih Walau kamu pergi Dan tak lagi kembali Kamu tetap tinggal dihati Dalam setiap langkahku berjalan Namamu adalah tujuan Aku tetap cari kamu disetiap petualangan Kusisipkan kamu dilangkah pertamaku Kegilaan ini akan segera berakhir Percayalah pada takdir Aku tetap berterima kasih Kamu tetap bahagia Kamu tetap yang teristimewa Kamu tetap menjadi cintaku yang kucurahkan d...

Jurnal Ngalor Ngadul Ngomeng

Hari 1 Jadi kelangsungan hari ini seperti biasa, ya sungguh biasa saja, gua bangun tidur, liat jam di hp, tidur lagi, setelah matahari tepat diatas rumah, gua bangun dari mimpi dan kembali menghadapi dunia nyata, dimana semua terlihat monoton dan statis. Kadang ada perasaan dari dalam lubuk hati ingin mendobrak itu semua, selagi masih muda pikir gua, tapi muncul pemikiran dimana selagi masih muda harus terbiasa dengan yang monoton dan statis, di hari tua nanti akan lebih monoton dan statis soalnya, semua itu membuat gua bimbang, untuk berbagai macam hal, dari sekadar memilih menu apa saat gua di rumah makan, memilih baju apa saat gua di matahari, dan lain sebagainya. Lantas apa yang harus gua lakukan dibalik semua kebingungan itu? Gua ga tau. Hidup mungkin memang pilihan, karena kalau hidup adalah essay, kita mungkin akan lebih dimudahkan.

hai tuan

Hai tuan Sudah lama kita tak jumpa? Bagaimana sakit hati yang kuberikan? Masih kau simpan kan? Sekarang aku sudah bahagia, jangan kau usik lagi hidupku yang sudah sempurna. Aku tau kau kesepian, namun apa peduliku? Hidupku sudah terlalu nyaman. Kau sibuk mencari penggantiku, padahal kau sudah tau aku tak tergantikan, anehnya kau mudah sekali digantikan. Aku senang kau kesepian, dimana kau terpuruk karena kerinduan akan kenangan. Aku berharap kau tak mempunyai masa depan, supaya di kemudian hari aku tak memiliki penyesalan. Dulu kita pernah bersama, itu semua tak ada artinya bagiku Kau bukanlah sebuah kenangan, bagiku kau adalaha sebuah kesalahan Kau terlalu naif tuan Kau adalah yang terbuang Melayang terbang Lalu hilang Tunggu Aku mempunyai sebuah solusi Ada solusi yang tepat untukmu saat ini Mati hahahaha Aku harap kau mati, selamat tinggal, aku benci kamu, jangan pernah ada lagi

Pulang

Pulang Sekarang dihadapanku ada secangkir kopi Dia menunggu manis terdiam  Menungguku dalam sepi Dimana orang-orang di sekelilingku beradu argumentasi Aku hanya duduk manis disini Entah apa yang kulakukan  Memperhatikan gerak gerik kendaraan di jalanan Menghitung detik tak berujung Mengira-ngira sesuatu sambil mematung Pikirku akan ada teman yang datang Nyatanya aku sendiri hingga petang Padahal mentari bersinar terang Aku tetap saja tak bisa senang Dimana kau riang Kucari-cari kau sampai ke bintang-bintang Namun bulan kini datang Mengusikku dalam tenang Aku harus pulang Aku butuh rumah sekarang

Alone, together.

Gambar
"Solitude is fine but you need someone to tell that solitude is fine." Honoré de Balzac Ruang terasa hampa, perasaan yang rapuh, pikiran yang tak menentu, kesendirian tanpa akhir. Mulai menikmati kesendirian, kamar yang gelap, pikiran tak menentu. Kedamaianku? Mencari kepuasan untuk diri sendiri, mengisolasi diri dari dunia, tak peduli apa yang mereka katakan. Kebahagiaanku? Aku, dia, kamu, kita semua merasakan hal yang sama, satu pikiran, memilih menutup diri,berjalan sendiri. Sampai kapan? Kesendirian. Sekian.