Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2019

hai tuan

Hai tuan Sudah lama kita tak jumpa? Bagaimana sakit hati yang kuberikan? Masih kau simpan kan? Sekarang aku sudah bahagia, jangan kau usik lagi hidupku yang sudah sempurna. Aku tau kau kesepian, namun apa peduliku? Hidupku sudah terlalu nyaman. Kau sibuk mencari penggantiku, padahal kau sudah tau aku tak tergantikan, anehnya kau mudah sekali digantikan. Aku senang kau kesepian, dimana kau terpuruk karena kerinduan akan kenangan. Aku berharap kau tak mempunyai masa depan, supaya di kemudian hari aku tak memiliki penyesalan. Dulu kita pernah bersama, itu semua tak ada artinya bagiku Kau bukanlah sebuah kenangan, bagiku kau adalaha sebuah kesalahan Kau terlalu naif tuan Kau adalah yang terbuang Melayang terbang Lalu hilang Tunggu Aku mempunyai sebuah solusi Ada solusi yang tepat untukmu saat ini Mati hahahaha Aku harap kau mati, selamat tinggal, aku benci kamu, jangan pernah ada lagi

Pulang

Pulang Sekarang dihadapanku ada secangkir kopi Dia menunggu manis terdiam  Menungguku dalam sepi Dimana orang-orang di sekelilingku beradu argumentasi Aku hanya duduk manis disini Entah apa yang kulakukan  Memperhatikan gerak gerik kendaraan di jalanan Menghitung detik tak berujung Mengira-ngira sesuatu sambil mematung Pikirku akan ada teman yang datang Nyatanya aku sendiri hingga petang Padahal mentari bersinar terang Aku tetap saja tak bisa senang Dimana kau riang Kucari-cari kau sampai ke bintang-bintang Namun bulan kini datang Mengusikku dalam tenang Aku harus pulang Aku butuh rumah sekarang

Alone, together.

Gambar
"Solitude is fine but you need someone to tell that solitude is fine." Honoré de Balzac Ruang terasa hampa, perasaan yang rapuh, pikiran yang tak menentu, kesendirian tanpa akhir. Mulai menikmati kesendirian, kamar yang gelap, pikiran tak menentu. Kedamaianku? Mencari kepuasan untuk diri sendiri, mengisolasi diri dari dunia, tak peduli apa yang mereka katakan. Kebahagiaanku? Aku, dia, kamu, kita semua merasakan hal yang sama, satu pikiran, memilih menutup diri,berjalan sendiri. Sampai kapan? Kesendirian. Sekian.

Kau Nyata

Kau Nyata Ku kira kita tak ada Dalam bayang semu dunia nyata Kau hanya ada di layarkaca Hanya bisa kulihat tanpa kuraba Apakah benar kau nyata? Pesan singkatmu selalu kubaca Bahkan saat kau ada dilini masa Aku selalu bahagia tanpa kata-kata Hanya seutas senyum yang berbicara Kau ada dimana? Kau bilang disurabaya Logika ku percaya Tapi hatiku tak dapat berkata 'iya aku percaya' Suatu saat nanti Akankah kita bertatap Saling memandang wajah sendiri Yang terpantulkan oleh bola mata yang mengkilap Kau akan kudekap Hangatmu Detak jantungmu yang terpacu Tawa dan tangismu Bahkan jiwamu Akan jelas saat kita bertemu Aku ingin kita hidup dan saling mencinta Aku ingin kau nyata Bukan sekadar jatuh cinta di dunia maya Aku ingin jatuh cinta Dalam dunia kita Yang kita ciptakan berdua Hingga ku percaya Kau nyata Liongbulan

Jatuh Sekali Lagi

Jatuh Sekali Lagi Puan dan Kata merangkai bahasa Yang tak dapat ku rasa itulah cinta Burung camar berpulang ke sarang Ku telisik hati ini, cintaku sebentar lagi datang Manisnya puan hari itu Bahkan langit kelabu menjadi biru Matahari berganti bulan Aku jatuh cinta pada puan Mata diam-diam terpejam Kurasa hatiku jatuh terlalu dalam Kulihat puan dalam mimpi Tak kusangka aku jatuh cinta satu kali lagi Liongbulan

Menarik

Kau datang Disaat ku mulai hilang harap Dalam tawamu kau menarik Membawaku dalam fantasi Bermimpi kau denganku Selalu dan selamanya Ajak aku ke duniamu Mengelilingi duniamu Karena ku bosan sendiri Tolong ajak aku Jangan Pergi sendiri Bawa aku menari-nari Dalam bayang fantasi Ajak aku pergi Mencari arti semua ini Cuma kau yang menarik hati Oh nona cantik Kau menarik Liongbulan

Bayang

Langkah kakiku tak sekuat dulu Aku lelah mengejarmu Semangatku tak lagi berkobar Kau lari tak ada kabar Kini ku tak tau kau dimana Disudut-sudut kota ku menerka Adakah gadisku disana Ku mencari dalam balutan luka Aku ingin terbang Dekap aku sekali lagi sayang Jangan biarkan ku hilang Jangan biarkan ku menjadi bayang-bayang Liongbulan

wanita berparas ceria

Teruntuk wanita berparas ceria, maafkan aku karena membuat sajak singkat ini untuk dirimu. Mungkin tidak terlalu singkat, tetapi hanya dengan sajak ini aku ingin mengungkapkan semuanya. Mungkin kamu berharap cukup sampai disini saja kisah kita, tapi yang kuharap jauh dari itu. Yang ku ingin adalah aku dan kamu menjadi kita untuk selamanya, banyak yang memberi nasehat kecil untuk merelakanmu berbahagia tanpa diriku, tapi yang kumau yaitu kamu berbahagia dengan diriku, dan aku yakin mampu mewujudkannya. Selasa, 2 juli 2019, aku terduduk di teras rumah ditemani kenangan indah aku dan dirimu. Meringis rindu paras ceria wajah manismu, berdoa kepada Tuhan agar memberi aku satu keajaiban kecil yaitu dirimu menjadi kekasihku. Apakah ini hayalan? Atau ini realita hidup yang harus dijalani dengan kesedihan tanpa kata sudah? Perjuanganku gagal 3 kali, bukan maksudku menyalahkanmu atau ingin membuatmu terlihat jahat, tetapi itu hanya isyarat bahwa aku adalah pria yang penuh dengan kesedihan. B...

Biru

Pertama ku menjemputmu Rasa senang tertutup rapih oleh gugup Menyiapkan obrolan di sepanjang jalan Melihatmu berpakaian biru Pandangan indah membuatku kaku Maaf hanya sebatas senyuman yang bisa kuberikan Malam yang indah Air Tuhan yang berjatuhan dari langit Menemani candaanku untuk menghiburmu. -gueyesn

Kemana Kawanku

Kemana kawanku Yang dulu selalu membawa tawa baru Dari haru menjadi candu Dan candu ini yang menjadi rindu Rindu yang datang seirama dengan senja Lalu ditelan oleh keindahan hampa Dan membekas direlung sukma Yang kuharap saat ini Kau kembali Dan berkata "mari bersua sampai pagi". -gueyesn. Puisi Kita