wanita berparas ceria
Teruntuk wanita berparas ceria, maafkan aku karena membuat sajak singkat ini untuk dirimu. Mungkin tidak terlalu singkat, tetapi hanya dengan sajak ini aku ingin mengungkapkan semuanya. Mungkin kamu berharap cukup sampai disini saja kisah kita, tapi yang kuharap jauh dari itu. Yang ku ingin adalah aku dan kamu menjadi kita untuk selamanya, banyak yang memberi nasehat kecil untuk merelakanmu berbahagia tanpa diriku, tapi yang kumau yaitu kamu berbahagia dengan diriku, dan aku yakin mampu mewujudkannya.
Selasa, 2 juli 2019, aku terduduk di teras rumah ditemani kenangan indah aku dan dirimu. Meringis rindu paras ceria wajah manismu, berdoa kepada Tuhan agar memberi aku satu keajaiban kecil yaitu dirimu menjadi kekasihku. Apakah ini hayalan? Atau ini realita hidup yang harus dijalani dengan kesedihan tanpa kata sudah?
Perjuanganku gagal 3 kali, bukan maksudku menyalahkanmu atau ingin membuatmu terlihat jahat, tetapi itu hanya isyarat bahwa aku adalah pria yang penuh dengan kesedihan. Berbagai kesedihan sudah kurasakan dalam perjuanganku, banyak cerita duka perjalananku dalam menggapai tanganmu, dan itu semua luput ketika diriku melihatmu di kantin pojok membeli nasi tongkol kesukaanmu itu.
Maafkan pria yang ceroboh ini, yang membuang waktumu selama 3 bulan penuh itu. Sifat "bocah"ku memang ingin kubuang sejauh mungkin, tetapi semuanya telat. Kamu memberikanku sekali kesempatan lagi dan aku mensia siakan itu, aku menyesal dan sangat amat menyesal. Kamu boleh membenci diriku, aku tidak melarangnya karena jika aku menjadi dirimu, aku juga akan membenci diriku sendiri.
Terima kasihtelah membiarkanku memperjuangimu, aku tahu sebenarnya aku tidak pantas untuk mendapatkan hatimu. Diriku hanya seorang penuh dengan kesedihan yang mengejar sesosok wanita berparas ceria ini. Terima kasih telah membiarkanku menjagamu, saat kamu keluar gerbang sekolah, saat kamu jalan di trotoar depan tempat makan cepat saji bersama kawan kawanmu, saat kamu jalan kedalam tempat les di dekat perempatan yang sering ku lewati, saat kamu naik ojek online untuk pulang. Walaupun aku pria yang terlihat bodoh atau tidak peduli asal ada kabar, tetapi aku mempunyai cara sendiri untuk menjagamu.
Big love, pria pengganggumu*gueyesn*.
@jhonnynussy
Selasa, 2 juli 2019, aku terduduk di teras rumah ditemani kenangan indah aku dan dirimu. Meringis rindu paras ceria wajah manismu, berdoa kepada Tuhan agar memberi aku satu keajaiban kecil yaitu dirimu menjadi kekasihku. Apakah ini hayalan? Atau ini realita hidup yang harus dijalani dengan kesedihan tanpa kata sudah?
Perjuanganku gagal 3 kali, bukan maksudku menyalahkanmu atau ingin membuatmu terlihat jahat, tetapi itu hanya isyarat bahwa aku adalah pria yang penuh dengan kesedihan. Berbagai kesedihan sudah kurasakan dalam perjuanganku, banyak cerita duka perjalananku dalam menggapai tanganmu, dan itu semua luput ketika diriku melihatmu di kantin pojok membeli nasi tongkol kesukaanmu itu.
Maafkan pria yang ceroboh ini, yang membuang waktumu selama 3 bulan penuh itu. Sifat "bocah"ku memang ingin kubuang sejauh mungkin, tetapi semuanya telat. Kamu memberikanku sekali kesempatan lagi dan aku mensia siakan itu, aku menyesal dan sangat amat menyesal. Kamu boleh membenci diriku, aku tidak melarangnya karena jika aku menjadi dirimu, aku juga akan membenci diriku sendiri.
Terima kasihtelah membiarkanku memperjuangimu, aku tahu sebenarnya aku tidak pantas untuk mendapatkan hatimu. Diriku hanya seorang penuh dengan kesedihan yang mengejar sesosok wanita berparas ceria ini. Terima kasih telah membiarkanku menjagamu, saat kamu keluar gerbang sekolah, saat kamu jalan di trotoar depan tempat makan cepat saji bersama kawan kawanmu, saat kamu jalan kedalam tempat les di dekat perempatan yang sering ku lewati, saat kamu naik ojek online untuk pulang. Walaupun aku pria yang terlihat bodoh atau tidak peduli asal ada kabar, tetapi aku mempunyai cara sendiri untuk menjagamu.
Big love, pria pengganggumu*gueyesn*.
@jhonnynussy
Komentar
Posting Komentar