Seperti Biasa
Seperti biasa, hari ini berlalu dalam balutan ketidak pastian, dimana aku yang merasa semesta tak mendukung semua mimpi-mimpiku. Seperti berjalan perlahan tanpa adanya jaminan dalam bentuk asuransi mimpi.
Mau bagaimana lagi, aku yang merasa hanya manusia yang biasa, dan sama pada umumnya, hanya bisa berusaha dalam bentuk doa, meminta pada sang maha agar semuanya terbayarkan dengan kejayaan di masa mendatang.
Lalu aku mulai menulis lagi, dimana kucurahkan semua isi hati, yang mewakilkan semua perasaan, cinta, dendam, bahagia, dan semua yang mewakilkan perkataan jiwa.
Tulisan-tulisanku selalu abstrak dan tak terstruktur, dimana pemahaman yang hanya ada dalam pikiranku yang bisa mengerti, aku tak bisa bilang semua yang kau baca tentangku sia-sia, karena selalu ada makna dibalik sebuah karya.
Maksud aku menulis ini sebenranya adalah hasil dari ketidak tahuan diriku yang harus berbuat apa, tapi bukan karena tanpa dasar aku tetap menulis.
Mengutip dari perkataan Tiana Rosa, "Kita pun terus merangkai kata, menjelma kalimat-kalimatvyang kita tanam sepenuh cinta pada semesta. Semoga tumbuh menjadi berlian di hati pembaca."
Membuat aku terus menulis, meskipun ketiadaan pembaca dimana tulisan-tulisan saya yang terkadang membosan kan untuk dibaca.
Maka dari itu aku mementingkan kualitas pembaca aku dibanding kuantitas, maksud aku adalah orang-orang yang benar menyukai cara penulisan aku, dibanding aku harus mencoba gaya penulisan orang lain, tetapi aku tak benar-benar mencurahkan isi hati aku.
Jadi untuk para pembaca tulisan karya liongbulan di blog ini mohon maaf atas ketidak jelasan tulisan aku, karena kata maaf adalah emas, tetapi memaafkan adalah berlian.
Selamat berkutat dengan tulisan saya, selamat membaca tulisan saya, selamat bergabung di blog ini.
Komentar
Posting Komentar